Kasus Brigadir J

   


 lembaga Reserse Pidana( Bareskrim) Polri menarik 2 informasi asumsi perbuatan kejahatan terpaut tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat ataupun Brigadir J dari Polda Metro Jaya. Informasi polisi( LP) itu saat ini dijadikan satu dengan informasi asumsi pembantaian berencana Brigadir J yang sejak dini ditangani oleh Bareskrim.

    Ada pula informasi itu telah ditarik Bareskrim sejak kemarin. Untuk diketahui, polisi tengah mengusut 3 informasi asumsi perbuatan kejahatan berlainan terpaut tewasnya Brigadir J. Awal mulanya, Bareskrim Polri mengusut asumsi pembantaian berencana kepada Brigadir J. Informasi itu dilayangkan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, pada Senin( 18 atau 7 atau 2022).

    Bareskrim Polri menarik balik investigasi permasalahan asumsi pelecehan intim kepada istri Irjen Ferdy Sambo dengan terlapor Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat ataupun Brigadir J. Lebih dahulu, masalah itu sempat dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

    Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pencabutan balik itu untuk melindungi efektivitas serta kemampuan investigasi. Ia pula membenarkan pemeriksa dari Polda Metro serta Polres Jaksel sedang tercampur dalam regu investigasi.

    Lebih dahulu terdapat 3 informasi polisi terpaut Brigadir J yang ditangani oleh Polri. 2 informasi ialah asumsi pelecehan serta penodongan senjata kepada P, istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo yang mula mulanya ditangani Polres Metro Jakarta Selatan, setelah itu ditarik ke Polda Metro Jaya. Pencabutan permasalahan ini diinformasikan pada Selasa( 19 atau 7 atau 2022).

    Setelah itu informasi polisi yang dilayangkan keluarga Brigadir J lewat kuasa hukumnya mengenai asumsi pembantaian berencana pada Senin( 18 atau 7 atau 2022).

    Saat ini, kedua informasi yang terdapat di Polda Metro Berhasil ditarik ke Bareskrim Polri mulai Jumat( 29 atau 7 atau 2022). Terpaut 2 informasi yang ditarik dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Dedi berkata investigasi senantiasa mengaitkan penyidik dari Polda Metro Jaya( PMJ) serta Polres Metro Jakarta Selatan masuk dalam regu penyidik tim spesial bentukan Kapolri Jenderal PolListyo Sigit Prabowo.

" Tetapi penyidik PMJ, Jaksel senantiasa masuk dalam tim sidik timsus," ucapnya. Sampai hari ke 22 semenjak insiden tewasnya Brigadir J dalam batu tembak di rumah Irjen PolFerdy Sambopada Jumat( 8 atau 7 atau 2022) kemudian, Polri belum menetapkan satu orang juga selaku terdakwa.

    Polri mengantarkan Brigadir J tewas baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer, rekannya sesama pengawal Kadiv Propam. Ia diprediksi melaksanakan pelecehan serta penodongan senjata pada P, istri Ferdy Sambo.

    Dalam menguak permasalahan ini, Kapolri Jenderal PolListyo Sigit Prabowo membuat regu spesial yang beranggotakan internal serta eksternal Polri( Komnas HAM serta Kompolnas) guna menguak permasalahan dengan cara adil, transparan, serta akuntabel.

    Setelah itu, Kapolri pula menonaktifkan 2 opsir tinggi serta satu opsir menengah buntut dari kejadian ini. Mereka yang dilepas dari jabatannya, ialah Irjen Pol Ferdy Sambo dari kedudukan Kadiv Propam, Brigjen Angket Hendra Kurniawan dari kedudukan Karo Penjagaan Dalam( Paminal), serta Kombes Angket Budhi Herdy Susianto dari jabatan Kapolres Metro Jakarta Selatan.Penyidik pula membiarkan autopsi balik ataupun ekshumasi kepada badan Brigadir J atas permohonan keluarga yang merasa aneh dengan kematian buah hatinya.